Paradigma Pemikiran Gus Wim Tentang Islam Khilafah


By: Sayyid Qutub

1.      Pengantar

Segala puji hanya milik Allah SWT. Sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mencoba membahas secara sederhana paradigma pemikiran Gus Wim tentang Islam Khilafah.

Berbicara Mengenai Khoirul Taqwim atau di sebut dengan Istilah Gus Wim terasa tidak ada habisnya, laksana air lautan yang di ambil airnya tidak akan pernah kering kerontang, begitu juga dalam memahami tentang gagasan-gagasan Gus Wim dalam ranah sosial, politik, agama, sastra maupun dalam bidang lainnya, terasa menyelami samudra Ilmu yang sulit terjangkau dalam pikirn maupun dalam ranah jiwa. Sungguh mengagumkan paradigma pemikiran Gus Wim yang penuh gejolak dan tak jarang menjadi pembahasan hangat di berbagai kalangan pengagum paradigma pemikiran Gus Wim.

Keberadaan Gus Wim saat ini merupakan tokoh pembaharu muda dan sekaligus kreator pembaharuan Islam,  apalagi Gus Wim telah mampu menerjemahkan berbagai realitas keagamaan yang di tunggangi dalam ranah permainan politik. Nah! dari sinilah kita dapat menyimak pembahasan Gus Wim dalam membahas tentang  permasalahan Islam Khilafah. Maka dari itulah untuk lebih jelasnya mari kita simak paradigma pemikiran Gus Wim dalam memberikan penjelasan sebagai  berikut.


2.      Perspektif Gus Wim Tentang Islam Khilafah Dalam Pandangan Islam 

Islam Khilafah sudah menjadi pembahasan yang tidak asing lagi di berbagai kehidupan masyarakat luas, baik dari kehidupan masyarakat bawah sampai dari kehidupan masyarakat atas. Hingga sampailah menjadi perdebatan sengit tentang Islam khilafah dalam pembahasan dari berbagai sudut cara pandang para sarjana-sarjana barat maupun para sarjana-sarjana timur. Sehingga Islam Khilafah merupakan sebuah realitas yang tidak hanya tumbuh kembang dalam kehidupan sebagian  masyarakat Islam Nusantara, tetapi Islam Khilafah telah menjadi fenomena bagi realitas kehidupan masyarakat di seluruh belahan dunia.
Keberadaan Islam Khilafah dianggap sebuah keniscayaan yang diwujudkan melalui pendirian negara yang berdasarkan aturan-aturan yang menjadi pola pikir para pengusung Islam Khilafah. Sehingga Islam Khilafah berusaha memberikan pemahaman tentang ajaran Islam dalam menerjemahkan di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara, untuk mewujudkan negara Khilafah dari hasil olah pola pikir sebagian umat Islam dalam memberikan pemahaman tentang Ilmu pemerintahan Islam.

Melihat tentang pemahaman Islam Khilafah tak lepas dari hasil olah pikir sebagian umat Islam dalam menerjemahkan pembentukan sebuah pemerintahan yang berdasarkan ajaran Islam yang menjadi keyakinannya, tetapi semua tak lepas dari hasil olah pikir sebagian umat Islam dalam menafsirkan tentang ajaran Islam yang dibangun dengan pencapaian sebuah pembentukan negara dan bangsa yang berdasarkan dari pemahaman Islam Khilafah.

Pandangan Islam tentang Islam Khilafah tak lepas sebatas hasil olah pikir yang kebenarannya masih dalam bentuk sebuah tafsir. Sehingga keberadaan Islam Khilafah dalam ajaran Islam hanya sebatas tafsir semata, bukan kebenaran yang  mutlak dari hasil Al-Qur’an maupun dari Hadits Nabi. Tetapi Islam Khilafah tak lepas dari pemahaman yang dilandasi sebuah tafsir yang kebenarannya juga masih multi tafsir.

Lalu muncul  pertanyaan, kenapa Islam Khilafah dari hasil olah pikir sebagian umat manusia telah dianggap mutlak kebenarannya oleh sebagian umat? Bahkan ada yang menganggap Islam Khilafah sebuah keniscayaan yang tidak boleh di ingkari. Karena mengingkari Islam Khilafah sama dengan mengingkari ajaran Islam, tentunya semua itu tak lepas dari cara pandang sebagian politisi yang mengatasnamakan ajaran  Islam, padahal untuk kepentingan individu atau kepentingan kelompok politisi tersebut. Semua tak lepas mencari kursi kekuasaan dengan berusaha mengambil keuntungan dengan adanya paradigma pemikiran mengenai  pemahaman Islam Khilafah itu sendiri.

Pertanyaan kembali muncul dalam benak maupun pikiran, apakah berarti Islam Khilafah bukan ajaran Islam murni yang di bawa Nabi Muhammad SAW?  Tentunya bukan, Islam Khilafah bukan pemahaman Nabi Muhammad SAW dalam membangun sebuah tatanan bangsa dan negara, tetapi Islam Khilafah hadir sebagai cara pandang dalam menafsirkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Sehingga ajaran Islam Khilafah tak lepas hanya sebatas olah pikir manusia semata dalam memberikan pemahaman tentang negara dan bangsa yang beradasarkan hasil ijtihad para pemikir Islam Khilafah itu sendiri dalam memberikan pemahaman tentang kebangsaaan maupun pemahaman tentang kenegaraan.

Lalu muncul pertanyaan kembali dalam benak maupun pikiran, bagaimana tentang Islam Khilafah dalam pandangan Islam? Sudah jelas Islam mengatur segala aktivitas kehidupan umat manusia, baik dari sudut pandang profan maupun sakral, tetapi permasalahan Islam Khilafah dalam pandangan Islam sudah jelas, bahwa Islam dalam mengatur tentang negara berdasarkan keadilan dan kemanusiaan, tentunya bukan berdasarkan Islam Khilafah. Sehingga dapat dikatakan bahwa Islam Khilafah hanya sebatas hasil olah pikir manusia dalam mengembangkan paradigma pemikirannya, untuk tujuan dalam menerjemahkan permasalahan kenegaraan maupun kebangsaan  
Dengan diterbitkan tulisan singkat di atas, Semoga Allah SWT memberikan pemahaman paradigma pemikiran, khususnya untuk penulis dan umumnya untuk masyarakat yang membaca tulisan singkat ini, Amin....................


3.      Paradigma Pemikiran Gus Wim Mengenai Islam Khilafah Bukan Dari Al-Qur’an 

Islam Khilafah yang di dengung-dengungkan sebagian pemikir umat Islam di anggap sebuah ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, tentunya itu merupakan sebuah kebohongan besar. Nah! dari sinilah perlu ulasan yang lebih detail di balik kebohongan para pemikir Islam Khilafah dalam mendengungkan tentang negara dan bangsa yang berdasarkan Islam Khilafah.

Sebelum membaca lebih lanjut tentang  Islam Khilafah bukan dari Al-Qur’an, terlebih dahulu menyusun pertanyaan sederhana, kenapa Islam Khilafah yang di anggap pemerintahan beradasarkan syari’at Islam adalah kebohongan besar? Karena sudah jelas tidak ada satupun ayat Al-Qur’an yang jelas-jelas menerangkan tentang Islam Khilafah dalam Al-Qur’an. Namun ada sebagian pemikir  umat Islam yang menganggap Islam Khilafah sebagai ajaran Islam, tentunya itu sebatas tafsir politis yang jauh dari kebenaran. Mengingat agama Islam yang begitu besar dengan sumber daya manusia yang sangat luar biasa, para pemikir Islam Khilafah mencoba memberikan pemahaman dengan gambaran tafsir tentang Islam Khilafah yang seolah-olah sejalan dengan Al-Qur’an, padahal itu hanya olah pikir dari para pemikir Islam Khilafah itu semata.

Paradigma pemikiran Islam Khilafah telah di adopsi oleh para pemikir yang cenderung bersifat politis, untuk mencari dukungan dalam membangun pemerintahan Khilafah, walau dalam negara yang  akan di bangun dengan istilah Islam Khilafah sudah mempunyai aturan negara yang syah, tetapi para pemikir Islam Khilafah terus menerus mencoba memberikan pemahaman bahwa Islam Khilafah bersumber dari Al-Qur’an, padahal itu hasil dari olah pikir para pemikir khilafah yang cenderung akan haus politis dalam wadah kekuasaan.

Islam dan politik terus dijadikan alat oleh para pendukung Islam Khilafah dengan tujuan membuat negara yang berdasarkan pemahaman Islam Khilafah, tentunya para pemikir Islam Khilafah tidak perduli, walaupun dalam negara yang di jadikan ajang penyebaran Islam Khilafah sudah ada undang-undang yang mengatur tentang kenegaraan. Sehingga benturan tidak terelakkan ketika Islam Khilafah yang di bangun oleh para politisi dengan tujuan kekuasaan menyebar di negara yang tidak sejalan dengan pemahaman Islam Khilafah.
Para penyebar gagasan Islam Khilafah dengan jalan mencari pendukung yang sepaham dengan gagasan pembentukan negara berdasarkan pemerintahan Islam Khilafah di saat memasuki negara yang tidak mengadopsi Islam Khilafah, tentunya akan  terjadi sebuah pemahaman tentang negara di dalam negara. Nah! disinilah benturan terjadi dalam kehidupan sebuah negara dengan istilah “perang idiologi negara”.

Kebohongan Islam Khilafah terus menerus di dengung-dengungkan, mulai dari pemikiran yang menganggap pemerintahan selain Islam Khilafah di anggap pemerintahan kafir, dan tentunya harus diganti dengan pemerintahan yang mengadopsi Islam Khilafah, padahal semua itu tidak lepas bahwa Islam Khilafah hasil dari olah pikir segelintir umat yang mengatasnamakan kepentingan agama Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, padahal sudah jelas Al-Qur’an tidak ada satu ayatpun yang menerangkan tentang Islam Khilafah secara konkrit, tetapi mereka tidak henti-hentinya para pendukung Islam Khilafah berusaha memberikan penafsiran tentang Al-Qur’an untuk terus di bawa dalam ranah kepentingan untuk membangun Islam Khilafah.

Ketika Islam Khilafah itu di anggap ada dalam Al-Qur’an, berarti sama dengan mengada-ada dalam ajaran Islam. Karena apabila Islam Khilafah itu ada dalam Al-Qur’an, tentunya malah mengkerdilkan makna Al-Qur’an itu sendiri. Karena Islam Khilafah sudah di anggap sebagai kebenaran mutlak yang harus di wujudkan di dalam kehidupan semesta alam. Maka untuk itulah para pemikir Islam Khilafah sudah seharusnya sadar diri tentang pemikiran Islam Khilafah bukan dari Al-Qur’an, tetapi sebatas hasil olah pikir yang di gaung-gaungkan oleh para pendukung Islam Khilafah dengan segudang agenda politis para pemikirnya.

Dengan membuka pemikiran mengenai Islam Khilafah tidak ada dalam Al-Qur’an, berarti sama dengan mencerdaskan umat Islam, bagaimana tidak? Karena umat Islam mampu memilah tentang Al-Qur’an yang murni dengan Al-Qur’an yang sudah menjadi hasil olah pikir dalam pemahamannya. Nah! berangkat dari sinilah keberadaan Islam Khilafah telah di formulasikan para pemikir Islam Khilafah dengan tujuan kekuasaan dengan memainkan isu agama Islam, padahal Islam Khilafah sudah jelas sebagai hasil olah pikir yang mengada-ada dalam memberikan pemahaman tafsir tentang Al-Qur’an, dan pada titik akhirnya, bahwa Islam Khilafah merupakan hasil rekayasa olah pikir para pemikir Islam Khilafah itu sendiri.

Demi langit dan bumi, demi siang dan malam. Segala kebenaran hanya milik Allah SWT dan jangan sekali-kali mengatasnamakan Al-Qur’an untuk kepentinganmu, padahal Al-Qur’an sudah jelas tidak menerangkan demikian. Semoga Allah SWT memberikan ampunan kepada kita semua, Amin............

 
4.      Belajar Dari Islam Khilafah Dalam Pandangan Gus Wim

Ketika membicarakan tentang kekuasaan dalam sudut pandang agama. Maka kita akan mengingat tentang Islam Khilafah, Bagaimana tidak? Islam Khilafah telah menyadarkan pentingnya sebuah kekuasaan dalam mengatur sebuah negara. Kita masih ingat wali songo dapat menyebarkan ajaran Islam tak lepas dari kekuasaan kerajaan Demak yang dikendalikan oleh para Wali. Berangkat dari sinilah ketika kekuasaan dapat dikuasai, berarti penyebaran dalam bentuk apapun akan lebih mudah.

Nah! dari tinjauan di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan sederhana, bahwa kekuasaaan merupakan barang mewah dalam menggapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi. Maka mau tidak mau kekuasaan harus dicapai dalam mewujudkan sebuah keberhasilan yang ingin dicapainya.

Islam Khillafah telah memberikan pelajaran tentang makna sebuah kekuasaan. Karena dengan kekuasaan ada di tangan, berarti menjalankan sesuatu akan lebih mudah, namun apabila kekuasaan jauh dari tangan, tentunya akan semakain sulit mencapai sebuah tujuan. Misalnya dakwah agama Islam, kalau kekuasaan ada di tangan. Maka mencapai dakwah Islam akan lebih mudah, tetapi kalau kekuasaan jauh dari tangan, tentu sebaliknya akan lebih sulit dalam menyebarkan ajaran Islam di banding kekuasaan ada di tangan.

Berangkat dari penjelasan singkat di atas, berarti Islam Khilafah telah memberikan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya sebuah kekuasaan dalam pemerintahan untuk di kuasai, tentu dengan tujuan mencapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi, tidak hanya sebatas tentang Islam Khilafah semata, tetapi jauh lebih besar lagi dalam mencapai sebuah tujuan.

Pertarungan politik Islam Khilafah menggunakan pendekatan politik agama sebagai jalan menacapai tujuan kekuasaan, tentunya setelah kekuasaan di kuasai. Maka ada dakwah tentang ajaran Islam yang di pahami sesuai dengan cara berpikir Islam Khilfah. Nah! dari sinilah Islam Khilafah ingin menunjukkan tentang harga tawar Islam Khilafah yang lebih tinggi lagi, apabila Islam Khilfah telah menguasai tatanan pemerintah dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Berangkat dari pemahaman tentang kekuasaan Islam Khilafah, tentunya dapat di ambil sebuah pelajaran yang berharga, bahwa kekuasaan dalam pemerintahan sangatlah pentiung, untuk mewujudkan sebuah gagasan yang lebih besar lagi, paling tidak Islam Khilafah telah memberikan pelajaran, bahwa paham Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju visi dan misi yang lebih besar lagi, tidak sekedar tentang permasalahan Islam Khilfah.

Islam Khilafah sebagai batu loncatan menuju cita-cita yang lebih besar lagi, berarti Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju pemahaman agama Islam yang di pahami oleh gerakan Islam Khilafah. Sehingga dengan adanya Islam Khilafah diharapkan sebuah pemahaman tentang ajaran Islam dapat tercapai sesuai dengan mimpi dan misi dari sebuah gerakan yang lebih besar lagi dari gerakan Islam Khilafah itu sendiri.

Segala kebenaran hanya milik Allah SWT. Sehingga seluruh hidup dan matiku, kupasrahkan kepada sang maha pemilik siang dan malam, sang maha pemilik lautan dan daratan, sang maha pemilik langit dan bumi, sang maha pemilik bulan dan bintang, dan sang maha pemilik segala yang ada di alam semesta. Semoga Dia sang maha pemilik selalu memberikan rahmat dan nikmat kepada saya dan umumnya kepada semuanya, Amin.............


5.      Mengambil Pembelajaran Dari Paradigma Pemikiran Gus Wim Tentang Islam Khilafah

Pemahaman Gus Wim tentang Islam Khilafah memberikan pemahaman kepada masyarakat luas, bahwa Islam Khilafah yang di gaungkan sebagian umat Islam merupakan sebuah hasil olah pikir manusia, Maka untuk itulah Islam Khilafah tidak lepas dari hasil Ijtihad semata, bukan  dari Al-Qur’an yang menjadi pemahaman umat Islam.

Paradigma pemikiran Gus Wim mengenai pemahaman Islam Khilafah merupakan hasil Ijtihad semata. Sehingga apabila ada yang menganggap Islam Khilafah merupakan kewajiban yang di setarakan dengan ajaran substansi Islam, tentu itu jauh dari kebenaran. Maka untuk itulah pemahaman Gus Wim Mengenai ajaran Islam Khilafah dalam pandangan Islam hanya sebatas hasil tafsir dari sumber ajaran agama Islam itu sendiri.

Keberadaan Islam Khilafah di tengah-tengah realitas kehidupan umat Islam  dapat di ambil sebuah hikmah, bahwa Islam Khilafah telah menjadi kendaraan politik sekte Islam tertentu yang mencari pembenaran dalam memberikan argumen tentang Islam Khilafah dalam bangunan negara merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terbantahkan.

Berangkat dari pemahaman Gus Wim tentang ajaran Islam Khilafah dapat di ambil sebuah pembelajaran, bahwa Islam Khilafah dalam pandangan Islam bukan untuk bangunan sebuah negara. Karena bangunan Islam dalam sebuah negara adalah: keadilan dan kesejahteraan, dan tentunya bukan Islam Khilafah. Begitu juga Gus Wim memberikan pandangan bahwa Islam Khilafah tidak ada dalam Al-Qur’an. Sehingga Islam Khilafah tidak dapat di katakan ajaran Islam yang berasal dari sumber ajaran Islam itu sendiri.

Terakhir dalam pandangan paradigma pemikiran Gus Wim, bahwa dengan belajar Islam Khilafah kita dapat mengambil sebuah hikmah yang besar dalam pemahaman tentang ajaran agama Islam, bahwa Islam Khilafah hanya sebatas politik agama semata, bukan ajaran Islam yang berdasarkan sumber ajaran Islam yang sesungguhnya.

Segala kebenaran hanya milik Allah SWT, dan manusia tidak lepas dari salah dan khilaf, Semoga kita di jauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela, Amin.......


Daftar Pustaka

http://pemikirislam2.blogspot.co.id
http://jistrad.blogspot.co.id/2017/05/islam-khilafah-dalam-pandangan-islam.html
http://jistrad.blogspot.co.id/2017/05/islam-khilafah-bukan-dari-al-quran.html
http://islamguswim.blogspot.co.id/2017/06/belajar-dari-islam-khilafah.html

Belajar Dari Islam Khilafah


By: Khoirul Taqwim

Ketika membicarakan tentang kekuasaan dalam sudut pandang agama. Maka kita akan mengingat tentang Islam Khilafah, Bagaimana tidak? Islam Khilafah telah menyadarkan pentingnya sebuah kekuasaan dalam mengatur sebuah negara. Kita masih ingat wali songo dapat menyebarkan ajaran Islam tak lepas dari kekuasaan kerajaan Demak yang dikendalikan oleh para Wali. Berangkat dari sinilah ketika kekuasaan dapat dikuasai, berarti penyebaran dalam bentuk apapun akan lebih mudah.

Nah! dari tinjauan di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan sederhana, bahwa kekuasaaan merupakan barang mewah dalam menggapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi. Maka mau tidak mau kekuasaan harus dicapai dalam mewujudkan sebuah keberhasilan yang ingin dicapainya.

Islam Khillafah telah memberikan pelajaran tentang makna sebuah kekuasaan. Karena dengan kekuasaan ada di tangan, berarti menjalankan sesuatu akan lebih mudah, namun apabila kekuasaan jauh dari tangan, tentunya akan semakain sulit mencapai sebuah tujuan. Misalnya dakwah agama Islam, kalau kekuasaan ada di tangan. Maka mencapai dakwah Islam akan lebih mudah, tetapi kalau kekuasaan jauh dari tangan, tentu sebaliknya akan lebih sulit dalam menyebarkan ajaran Islam di banding kekuasaan ada di tangan.

Berangkat dari penjelasan singkat di atas, berarti Islam Khilafah telah memberikan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya sebuah kekuasaan dalam pemerintahan untuk di kuasai, tentu dengan tujuan mencapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi, tidak hanya sebatas tentang Islam Khilafah semata, tetapi jauh lebih besar lagi dalam mencapai sebuah tujuan.

Pertarungan politik Islam Khilafah menggunakan pendekatan politik agama sebagai jalan menacapai tujuan kekuasaan, tentunya setelah kekuasaan di kuasai. Maka ada dakwah tentang ajaran Islam yang di pahami sesuai dengan cara berpikir Islam Khilfah. Nah! dari sinilah Islam Khilafah ingin menunjukkan tentang harga tawar Islam Khilafah yang lebih tinggi lagi, apabila Islam Khilfah telah menguasai tatanan pemerintah dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Berangkat dari pemahaman tentang kekuasaan Islam Khilafah, tentunya dapat di ambil sebuah pelajaran yang berharga, bahwa kekuasaan dalam pemerintahan sangatlah pentiung, untuk mewujudkan sebuah gagasan yang lebih besar lagi, paling tidak Islam Khilafah telah memberikan pelajaran, bahwa paham Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju visi dan misi yang lebih besar lagi, tidak sekedar tentang permasalahan Islam Khilfah.

Islam Khilafah sebagai batu loncatan menuju cita-cita yang lebih besar lagi, berarti Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju pemahaman agama Islam yang di pahami oleh gerakan Islam Khilafah. Sehingga dengan adanya Islam Khilafah diharapkan sebuah pemahaman tentang ajaran Islam dapat tercapai sesuai dengan mimpi dan misi dari sebuah gerakan yang lebih besar lagi dari gerakan Islam Khilafah itu sendiri.


Segala kebenaran hanya milik Allah SWT. Sehingga seluruh hidup dan matiku, kupasrahkan kepada sang maha pemilik siang dan malam, sang maha pemilik lautan dan daratan, sang maha pemilik langit dan bumi, sang maha pemilik bulan dan bintang, dan sang maha pemilik segala yang ada di alam semesta. Semoga Dia sang maha pemilik selalu memberikan rahmat dan nikmat kepada saya dan umumnya kepada semuanya, Amin.............

Pembersihan Lawan Politik


By:  Khoirul Taqwim

Melawan tembok kekuasaan tidaklah mudah, apabila masyarakat tidak menyatu dalam bentuk perlawanan, apalagi melawan tembok kekuasaan yang penuh dengan amunisi-amunisi serdadu yang siap membersihkan lawan-lawan politik, tentunya hal itu membutuhkan sebuah strategi yang  jeli dalam mencari celah-celah, untuk merusak tembok-tembok kekuasaan.

Dengan melawan tembok kekuasaan, tentunya akan mengalami sebuah aktivitas yang penuh dengan onak dan duri, apalagi kalau salah melangkah yang ada akan terjadi pembersihan politik yang datang dari tembok-tembok kekuasaan, untuk menyerang balik bagi siapapun yang melakukan penyerangan-penyerangan terhadap tembok kekuasaan.

Politik laksana berdiri di ujung pedang, jika salah melangkah dalam permainan politik, berarti sama dengan menghilangkan dan memasukkan diri dalam lubang yang penuh marabahaya. Maka untuk itulah politik butuh pengalaman empirik, tidak sekedar retorika bahasa maupun teori semata, tetapi membutuhkan sebuah pengalaman praktis dalam memainkan bentuk lika-liku strategi politik.

Kalau menang dalam politik. Maka kekuasaan ada dalam genggaman tangan seseorang yang memenangkan sebuah pertarungan politik, namun apabila kalah dalam politik, siap-siap pembersihan tidak hanya diri sendiri yang masuk dalam lubang pembersihan, tetapi gerbong-gerbong  yang ikut bertarung akan masuk dalam ranah pembersihan politik.

Ketika kemenangan dalam permainan politik dalam genggaman. Maka akan sesegera mungkin melakukan pembersihan terhadap lawan-lawan politik, tentunya dengan tujuan menjaga kemenangan dan menjauhkan diri atas kemenangan politik dari sebuah bentuk kekalahan, apabila pertarungan akan terus berlanjut dalam rentang waktu berikutnya.

Permainan politik laksana bermain catur, semua penuh dengan strategi kemenangan, terkadang mengorbankan diri, untuk kemenangan yang lebih besar. Maka berhati-hatilah, apabila ada pancingan politik yang seolah-olah kalah dalam pertarungan, padahal itu umpan untuk memenangkan diri dalam permainan politik yang lebih besar menuju kursi kekuasaan.

Pembersihan lawan politik merupakan sebuah keniscayaan yang sering dipertontonkan dalam permainan politik. Karena sering mendengar istilah politik “belah bambu”  yaitu: politik dengan menginjak satu bambu dan menaikkan bambu yang lain. Nah! inilah politik penuh dengan onak dan duri, siapapun yang bermain politik. Maka dia akan mengenal apa itu politik sesunguhnya. Karena ada istilah “politik tidak ada kawan sejati, tetapi yang ada kepentingan sejati”. Nah! inilah politik yang penuh dengan permainan yang sulit dinalar, tetapi terasa nyata dalam wajah-wajah kehidupan yang penuh dengan ambisi-ambisi kekuasaan.

Perilaku pembersihan politik merupakan suatu peristiwa mencari-cari kesalahan lawan, supaya lawan politik tidak berkutik, baik dengan cara menganiaya  fisik, menghabisi karakter lawan politik dengan cara memfitnah dalam bentuk pornografi atau dalam bentuk-bentuk yang lebih sadis lagi.

Pembersihan lawan politik sudah tidak asing lagi dalam suatu rumus menuju kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan. Maka untuk itulah perlu adanya permainan politik yang jujur, penuh dengan integritas diri sebagai pemain politik. Supaya dalam permainan pembersihan lawan politik yang jauh dari nilai-nilai agama maupun yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan tidak terjadi. Sehingga yang ada permainan politik yang sehat, tidak politik yang penuh tipu daya menghalalkan segala cara menuju singgasana kekuasaan.

Dengan memohon izin kepada sang maha pencipta siang dan malam, memohon izin sang maha pencipta lautan dan daratan, memohon izin sang maha pencipta nyamuk dan burung-burung yang terbang tinggi di angkasa. Izinkan saya menulis sepatah, dua patah atau lebih dari kata sepatah maupun dua patah kata. Bahwa saya percaya segala kehendak di langit maupun segala kehendak di bumi, semua itu karena kehendak-MU.

Wahai sang maha pencipta tumbuh-tumbuhan maupun sang maha pencipta binatang-binatang yang penuh dengan berjuta-juta manfa’at bagi semesta alam. Subhanallah, ku ucap dari hati yang paling dalam di ranah jiwa dan pikiranku, Amin......


Pornografi Alat Menjatuhkan Lawan Politik


By: Khoirul Taqwim

Ketika seorang politisi tidak silau dengan harta benda. Maka lawan politik akan mencari-cari kelemahan hingga sampailah pada titik yang penuh dengan jebakan, yaitu: pornografi sebagai alat menghancurkan nama baik seorang politisi yang tak silau dengan harta benda. Berangkat dari sinilah pornografi dapat dijadikan sebuah alat yang sungguh menakjubkan, untuk melemahkan lawan-lawan politik yang tidak silau dengan harta benda.

Politik memang begitu kejam, bahkan ada istiliah politik lebih kejam dari ibu tiri. Nah! dari sinilah politik dapat digambarkan suatu ruang abu-abu yang penuh dengan tipu daya. Sehingga disaat bermain politik berhati-hatilah saat ada jebakan pornografi mengintai di setiap ada waktu maupun di setiap ada kesempatan.

Seorang politisi memang di tuntut sebuah pertarungan yang licin, sulit di tangkap, tetapi terus melakukan upaya dalam gerakan mencari celah-celah menuju singgasana kekuasaan. Maka untuk itulah seorang politisi membutuhkan cara pandang yang jauh kedepan dalam menganalisa segala bentuk tindakan dalam sebuah aksi permainan politik.

Pornografi merupakan alat sebagian politisi dalam menjatuhkan lawan-lawan politik. Sehingga lawan politisi jatuh tanpa perlawanan yang panjang, gara-gara permasalahan pornografi yang mengarah pada jalur hukum. Maka dalam permainan politik dibutuhkan kehati-hatian yang sungguh luar biasa, supaya keberhasilan dalam menjalankan permainan politik dapat dilakukan dengan jeli dan cerdas,

Permainan politik memang tidak ada habisnya dalam sebuah pertarungan yang penuh dengan lika-liku yang sulit di tebak kasat mata. Karena terkadang kebenaran malah kalah dalam permainan politik, tetapi sebaliknya yang salah malah memenangkan dalam permainan politik, tentunya kemenangan di antaranya: di sebabkan perhitungan dalam permainan politik yang teliti dan tepat sasaran.

Ketika menjatuhkan lawan politik sulit dengan menyuap atau dengan cara iming-iming dalam bentuk harta benda. Maka pornografi dijadikan alat ampuh dengan tujuan menjatuhkan  lawan-lawan politik yang sulit dengan harta maupun benda kekayaan, pornografilah yang dijadikan alat ampuh untuk menjatuhkan lawan-lawan politisi yang membahayakan bagi diri seorang politisi yang sudah duduk nyaman di singgasana kekuasaan.

Pornografi telah menjadi alat permainan politik untuk menjatuhkan lawan-lawan politik. Maka berhati-hatilah saat pornografi mendekati para politisi. Karena tidak menutup kemungkinan pornografi itu jebakan yang akan menjatuhkan diri seorang politisi yang tidak bisa dirubuhkan hanya dengan istilah uang dan harta.

Demikian tulisan singkat ini, semoga kita dapat mengambil pembelajaran dalam sebuah permainan politik, tentunya dengan mengambil pembelajaran poliitik yang sehat,  bijaksana, penuh dengan kejujuran, dan politik yang jauh dari nilai-nilai kemunkaran saat menjalankan sebuah roda permainan politik, Amin.....


Ketika Politik Agama Tiada Lawan


By: Khoirul Taqwim

Kekuatan agama sudah tidak diragukan lagi dalam kancah dunia perpolitikan, apalagi kalau agama sudah menjadi sebuah kekuatan politik di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat. Maka agama seolah-olah sudah menjadi langit yang duduk di singgasana awan, tiada lawan satupun kekuatan politik yang melawannya. Karena agama sudah menjadi kekuatan dalam ranah keyakinan akan keberlangsungan sebuah kejayaan dalam pendirian maupun pemberdayaan sebuah negara.

Politik agama tidak jarang menjadi momok dari politik sekuler, liberal maupun komunis. Mengingat politik agama begitu kuat dalam ranah keyakinan masyarakat yang tidak hanya masalah hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta, tetapi politik agama sudah menjadi hubungan dengan kekuatan sang maha kehendak, tentunya kekuatan hubungan manusia dengan Tuhan sang maha pencipta alam semesta.

Keberadaan politik agama merupakan politik kehendak, tentunya politik yang tiada lawan. Mengingat agama adalah: sebuah kehendak suci yang tidak terbantahkan. Sehingga tidak jarang dalam pemilihan pemimpin negara, pemilihan kepala daerah, pemilihan wakil rakyat, dan pemilihan-pemilihan lainnya. Politik agama telah menjadi kekuatan penopang sebuah kemenangan dalam mewujudkan sebagai kehendak kekuatan di jagad raya yang tak terbantahkan.

Politik agama laksana Matahari yang bersinar terang tanpa celah, bisa di lihat dari ujung barat hingga ujung timur. Karena politik agama mempunyai kekuatan kehendak yang tiada lawan, baik dari politik liberal, sekuler maupun komunis. Karena semua akan tunduk saat berhadapan melawan politik agama  yang telah  di lindungi oleh sang maha kehendak suci, yaitu: sang maha pemilik alam semesta.

Ketika politik agama tiada lawan, berarti politik agama sudah dilakukan dengan sempurna dengan bantuan sang maha kehendak. Karena sang maha kehendak merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terbantahkan akan kekuatan-NYA. Maka untuk itulah, olah pikir dalam membangun politik agama terus disempurnakan dari generasi-kegenerasi. Mengingat politik agama sudah mendarah daging dalam jiwa masyarakat yang beriman pada hari perhitungan kelak.

Dengan politik agama pertarungan akan semakin ada greget. Karena politik agama kalau sudah masuk dalam ranah politik. Maka politik suap, politik retorika bahasa sudah terasa hampa sekali. Karena yang ada politik kehendak dan keyakinan akan kekuatan suci yang membantu dalam memenangkan permainan politik di dalam sebuah negara. Namun membangun politik agama yang tangguh membutuhkan sebuah kekuatan maha kehendak, bukan sekedar teori semata, tetapi jauh lebih dari itu. Keyakinan dan keimanan merupakan sumber politik agama.

Ketika politik agama tiada lawan, berarti sang maha kehendak sudah merestui akan kehadiran sebuah politik agama yang penuh dengan kekuatan keimanan dan kekuatan keyakinan yang tidak terbantahkan lagi. Sehingga strategi politik apapun sudah tidak akan mampu melawannya. Karena politik agama sudah menjadi nafas keimanan dan keyakinan di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat dalam bernegara.

Dengan izin sang maha kehendak, sang maha pencipta langit maupun bumi, sang maha pencipta lautan maupun daratan, sang maha pencipta siang maupun malam, sang maha pencipta bulan maupun bintang, dan sang maha pencipta seluruh semesta alam. Seluruh jiwa dan ragaku tunduk akan kebesaran-NYA. Semoga aku selalu di karunia rezeki kesehatan maupun rezeki keimanan, Amin........