Belajar Dari Islam Khilafah


By: Khoirul Taqwim

Ketika membicarakan tentang kekuasaan dalam sudut pandang agama. Maka kita akan mengingat tentang Islam Khilafah, Bagaimana tidak? Islam Khilafah telah menyadarkan pentingnya sebuah kekuasaan dalam mengatur sebuah negara. Kita masih ingat wali songo dapat menyebarkan ajaran Islam tak lepas dari kekuasaan kerajaan Demak yang dikendalikan oleh para Wali. Berangkat dari sinilah ketika kekuasaan dapat dikuasai, berarti penyebaran dalam bentuk apapun akan lebih mudah.

Nah! dari tinjauan di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan sederhana, bahwa kekuasaaan merupakan barang mewah dalam menggapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi. Maka mau tidak mau kekuasaan harus dicapai dalam mewujudkan sebuah keberhasilan yang ingin dicapainya.

Islam Khillafah telah memberikan pelajaran tentang makna sebuah kekuasaan. Karena dengan kekuasaan ada di tangan, berarti menjalankan sesuatu akan lebih mudah, namun apabila kekuasaan jauh dari tangan, tentunya akan semakain sulit mencapai sebuah tujuan. Misalnya dakwah agama Islam, kalau kekuasaan ada di tangan. Maka mencapai dakwah Islam akan lebih mudah, tetapi kalau kekuasaan jauh dari tangan, tentu sebaliknya akan lebih sulit dalam menyebarkan ajaran Islam di banding kekuasaan ada di tangan.

Berangkat dari penjelasan singkat di atas, berarti Islam Khilafah telah memberikan sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya sebuah kekuasaan dalam pemerintahan untuk di kuasai, tentu dengan tujuan mencapai sebuah tujuan yang lebih besar lagi, tidak hanya sebatas tentang Islam Khilafah semata, tetapi jauh lebih besar lagi dalam mencapai sebuah tujuan.

Pertarungan politik Islam Khilafah menggunakan pendekatan politik agama sebagai jalan menacapai tujuan kekuasaan, tentunya setelah kekuasaan di kuasai. Maka ada dakwah tentang ajaran Islam yang di pahami sesuai dengan cara berpikir Islam Khilfah. Nah! dari sinilah Islam Khilafah ingin menunjukkan tentang harga tawar Islam Khilafah yang lebih tinggi lagi, apabila Islam Khilfah telah menguasai tatanan pemerintah dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Berangkat dari pemahaman tentang kekuasaan Islam Khilafah, tentunya dapat di ambil sebuah pelajaran yang berharga, bahwa kekuasaan dalam pemerintahan sangatlah pentiung, untuk mewujudkan sebuah gagasan yang lebih besar lagi, paling tidak Islam Khilafah telah memberikan pelajaran, bahwa paham Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju visi dan misi yang lebih besar lagi, tidak sekedar tentang permasalahan Islam Khilfah.

Islam Khilafah sebagai batu loncatan menuju cita-cita yang lebih besar lagi, berarti Islam Khilafah sebagai pintu gerbang menuju pemahaman agama Islam yang di pahami oleh gerakan Islam Khilafah. Sehingga dengan adanya Islam Khilafah diharapkan sebuah pemahaman tentang ajaran Islam dapat tercapai sesuai dengan mimpi dan misi dari sebuah gerakan yang lebih besar lagi dari gerakan Islam Khilafah itu sendiri.


Segala kebenaran hanya milik Allah SWT. Sehingga seluruh hidup dan matiku, kupasrahkan kepada sang maha pemilik siang dan malam, sang maha pemilik lautan dan daratan, sang maha pemilik langit dan bumi, sang maha pemilik bulan dan bintang, dan sang maha pemilik segala yang ada di alam semesta. Semoga Dia sang maha pemilik selalu memberikan rahmat dan nikmat kepada saya dan umumnya kepada semuanya, Amin.............

Pembersihan Lawan Politik


By:  Khoirul Taqwim

Melawan tembok kekuasaan tidaklah mudah, apabila masyarakat tidak menyatu dalam bentuk perlawanan, apalagi melawan tembok kekuasaan yang penuh dengan amunisi-amunisi serdadu yang siap membersihkan lawan-lawan politik, tentunya hal itu membutuhkan sebuah strategi yang  jeli dalam mencari celah-celah, untuk merusak tembok-tembok kekuasaan.

Dengan melawan tembok kekuasaan, tentunya akan mengalami sebuah aktivitas yang penuh dengan onak dan duri, apalagi kalau salah melangkah yang ada akan terjadi pembersihan politik yang datang dari tembok-tembok kekuasaan, untuk menyerang balik bagi siapapun yang melakukan penyerangan-penyerangan terhadap tembok kekuasaan.

Politik laksana berdiri di ujung pedang, jika salah melangkah dalam permainan politik, berarti sama dengan menghilangkan dan memasukkan diri dalam lubang yang penuh marabahaya. Maka untuk itulah politik butuh pengalaman empirik, tidak sekedar retorika bahasa maupun teori semata, tetapi membutuhkan sebuah pengalaman praktis dalam memainkan bentuk lika-liku strategi politik.

Kalau menang dalam politik. Maka kekuasaan ada dalam genggaman tangan seseorang yang memenangkan sebuah pertarungan politik, namun apabila kalah dalam politik, siap-siap pembersihan tidak hanya diri sendiri yang masuk dalam lubang pembersihan, tetapi gerbong-gerbong  yang ikut bertarung akan masuk dalam ranah pembersihan politik.

Ketika kemenangan dalam permainan politik dalam genggaman. Maka akan sesegera mungkin melakukan pembersihan terhadap lawan-lawan politik, tentunya dengan tujuan menjaga kemenangan dan menjauhkan diri atas kemenangan politik dari sebuah bentuk kekalahan, apabila pertarungan akan terus berlanjut dalam rentang waktu berikutnya.

Permainan politik laksana bermain catur, semua penuh dengan strategi kemenangan, terkadang mengorbankan diri, untuk kemenangan yang lebih besar. Maka berhati-hatilah, apabila ada pancingan politik yang seolah-olah kalah dalam pertarungan, padahal itu umpan untuk memenangkan diri dalam permainan politik yang lebih besar menuju kursi kekuasaan.

Pembersihan lawan politik merupakan sebuah keniscayaan yang sering dipertontonkan dalam permainan politik. Karena sering mendengar istilah politik “belah bambu”  yaitu: politik dengan menginjak satu bambu dan menaikkan bambu yang lain. Nah! inilah politik penuh dengan onak dan duri, siapapun yang bermain politik. Maka dia akan mengenal apa itu politik sesunguhnya. Karena ada istilah “politik tidak ada kawan sejati, tetapi yang ada kepentingan sejati”. Nah! inilah politik yang penuh dengan permainan yang sulit dinalar, tetapi terasa nyata dalam wajah-wajah kehidupan yang penuh dengan ambisi-ambisi kekuasaan.

Perilaku pembersihan politik merupakan suatu peristiwa mencari-cari kesalahan lawan, supaya lawan politik tidak berkutik, baik dengan cara menganiaya  fisik, menghabisi karakter lawan politik dengan cara memfitnah dalam bentuk pornografi atau dalam bentuk-bentuk yang lebih sadis lagi.

Pembersihan lawan politik sudah tidak asing lagi dalam suatu rumus menuju kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan. Maka untuk itulah perlu adanya permainan politik yang jujur, penuh dengan integritas diri sebagai pemain politik. Supaya dalam permainan pembersihan lawan politik yang jauh dari nilai-nilai agama maupun yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan tidak terjadi. Sehingga yang ada permainan politik yang sehat, tidak politik yang penuh tipu daya menghalalkan segala cara menuju singgasana kekuasaan.

Dengan memohon izin kepada sang maha pencipta siang dan malam, memohon izin sang maha pencipta lautan dan daratan, memohon izin sang maha pencipta nyamuk dan burung-burung yang terbang tinggi di angkasa. Izinkan saya menulis sepatah, dua patah atau lebih dari kata sepatah maupun dua patah kata. Bahwa saya percaya segala kehendak di langit maupun segala kehendak di bumi, semua itu karena kehendak-MU.

Wahai sang maha pencipta tumbuh-tumbuhan maupun sang maha pencipta binatang-binatang yang penuh dengan berjuta-juta manfa’at bagi semesta alam. Subhanallah, ku ucap dari hati yang paling dalam di ranah jiwa dan pikiranku, Amin......


Pornografi Alat Menjatuhkan Lawan Politik


By: Khoirul Taqwim

Ketika seorang politisi tidak silau dengan harta benda. Maka lawan politik akan mencari-cari kelemahan hingga sampailah pada titik yang penuh dengan jebakan, yaitu: pornografi sebagai alat menghancurkan nama baik seorang politisi yang tak silau dengan harta benda. Berangkat dari sinilah pornografi dapat dijadikan sebuah alat yang sungguh menakjubkan, untuk melemahkan lawan-lawan politik yang tidak silau dengan harta benda.

Politik memang begitu kejam, bahkan ada istiliah politik lebih kejam dari ibu tiri. Nah! dari sinilah politik dapat digambarkan suatu ruang abu-abu yang penuh dengan tipu daya. Sehingga disaat bermain politik berhati-hatilah saat ada jebakan pornografi mengintai di setiap ada waktu maupun di setiap ada kesempatan.

Seorang politisi memang di tuntut sebuah pertarungan yang licin, sulit di tangkap, tetapi terus melakukan upaya dalam gerakan mencari celah-celah menuju singgasana kekuasaan. Maka untuk itulah seorang politisi membutuhkan cara pandang yang jauh kedepan dalam menganalisa segala bentuk tindakan dalam sebuah aksi permainan politik.

Pornografi merupakan alat sebagian politisi dalam menjatuhkan lawan-lawan politik. Sehingga lawan politisi jatuh tanpa perlawanan yang panjang, gara-gara permasalahan pornografi yang mengarah pada jalur hukum. Maka dalam permainan politik dibutuhkan kehati-hatian yang sungguh luar biasa, supaya keberhasilan dalam menjalankan permainan politik dapat dilakukan dengan jeli dan cerdas,

Permainan politik memang tidak ada habisnya dalam sebuah pertarungan yang penuh dengan lika-liku yang sulit di tebak kasat mata. Karena terkadang kebenaran malah kalah dalam permainan politik, tetapi sebaliknya yang salah malah memenangkan dalam permainan politik, tentunya kemenangan di antaranya: di sebabkan perhitungan dalam permainan politik yang teliti dan tepat sasaran.

Ketika menjatuhkan lawan politik sulit dengan menyuap atau dengan cara iming-iming dalam bentuk harta benda. Maka pornografi dijadikan alat ampuh dengan tujuan menjatuhkan  lawan-lawan politik yang sulit dengan harta maupun benda kekayaan, pornografilah yang dijadikan alat ampuh untuk menjatuhkan lawan-lawan politisi yang membahayakan bagi diri seorang politisi yang sudah duduk nyaman di singgasana kekuasaan.

Pornografi telah menjadi alat permainan politik untuk menjatuhkan lawan-lawan politik. Maka berhati-hatilah saat pornografi mendekati para politisi. Karena tidak menutup kemungkinan pornografi itu jebakan yang akan menjatuhkan diri seorang politisi yang tidak bisa dirubuhkan hanya dengan istilah uang dan harta.

Demikian tulisan singkat ini, semoga kita dapat mengambil pembelajaran dalam sebuah permainan politik, tentunya dengan mengambil pembelajaran poliitik yang sehat,  bijaksana, penuh dengan kejujuran, dan politik yang jauh dari nilai-nilai kemunkaran saat menjalankan sebuah roda permainan politik, Amin.....


Ketika Politik Agama Tiada Lawan


By: Khoirul Taqwim

Kekuatan agama sudah tidak diragukan lagi dalam kancah dunia perpolitikan, apalagi kalau agama sudah menjadi sebuah kekuatan politik di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat. Maka agama seolah-olah sudah menjadi langit yang duduk di singgasana awan, tiada lawan satupun kekuatan politik yang melawannya. Karena agama sudah menjadi kekuatan dalam ranah keyakinan akan keberlangsungan sebuah kejayaan dalam pendirian maupun pemberdayaan sebuah negara.

Politik agama tidak jarang menjadi momok dari politik sekuler, liberal maupun komunis. Mengingat politik agama begitu kuat dalam ranah keyakinan masyarakat yang tidak hanya masalah hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam semesta, tetapi politik agama sudah menjadi hubungan dengan kekuatan sang maha kehendak, tentunya kekuatan hubungan manusia dengan Tuhan sang maha pencipta alam semesta.

Keberadaan politik agama merupakan politik kehendak, tentunya politik yang tiada lawan. Mengingat agama adalah: sebuah kehendak suci yang tidak terbantahkan. Sehingga tidak jarang dalam pemilihan pemimpin negara, pemilihan kepala daerah, pemilihan wakil rakyat, dan pemilihan-pemilihan lainnya. Politik agama telah menjadi kekuatan penopang sebuah kemenangan dalam mewujudkan sebagai kehendak kekuatan di jagad raya yang tak terbantahkan.

Politik agama laksana Matahari yang bersinar terang tanpa celah, bisa di lihat dari ujung barat hingga ujung timur. Karena politik agama mempunyai kekuatan kehendak yang tiada lawan, baik dari politik liberal, sekuler maupun komunis. Karena semua akan tunduk saat berhadapan melawan politik agama  yang telah  di lindungi oleh sang maha kehendak suci, yaitu: sang maha pemilik alam semesta.

Ketika politik agama tiada lawan, berarti politik agama sudah dilakukan dengan sempurna dengan bantuan sang maha kehendak. Karena sang maha kehendak merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terbantahkan akan kekuatan-NYA. Maka untuk itulah, olah pikir dalam membangun politik agama terus disempurnakan dari generasi-kegenerasi. Mengingat politik agama sudah mendarah daging dalam jiwa masyarakat yang beriman pada hari perhitungan kelak.

Dengan politik agama pertarungan akan semakin ada greget. Karena politik agama kalau sudah masuk dalam ranah politik. Maka politik suap, politik retorika bahasa sudah terasa hampa sekali. Karena yang ada politik kehendak dan keyakinan akan kekuatan suci yang membantu dalam memenangkan permainan politik di dalam sebuah negara. Namun membangun politik agama yang tangguh membutuhkan sebuah kekuatan maha kehendak, bukan sekedar teori semata, tetapi jauh lebih dari itu. Keyakinan dan keimanan merupakan sumber politik agama.

Ketika politik agama tiada lawan, berarti sang maha kehendak sudah merestui akan kehadiran sebuah politik agama yang penuh dengan kekuatan keimanan dan kekuatan keyakinan yang tidak terbantahkan lagi. Sehingga strategi politik apapun sudah tidak akan mampu melawannya. Karena politik agama sudah menjadi nafas keimanan dan keyakinan di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat dalam bernegara.

Dengan izin sang maha kehendak, sang maha pencipta langit maupun bumi, sang maha pencipta lautan maupun daratan, sang maha pencipta siang maupun malam, sang maha pencipta bulan maupun bintang, dan sang maha pencipta seluruh semesta alam. Seluruh jiwa dan ragaku tunduk akan kebesaran-NYA. Semoga aku selalu di karunia rezeki kesehatan maupun rezeki keimanan, Amin........

Mengelola Politik Islam di Kawasan Nusantara


By: Khoirul Taqwim

Politik Islam telah merasuk dalam ranah berbagai sendi kehidupan masyarakat Nusantara. Sehingga terkadang membedakan antara ajaran Islam dengan politik Islam terasa abu-abu. Kenapa bisa demikian? Karena politik Islam hadir di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat Nusantara melalui berbagai celah, tidak hanya melalui kebiasaan masyarakat, tetapi juga melalui beragam tafsir mengenai ajaran agama Islam. Nah! dari sinilah politik Islam begitu kuat masuk dalam wilayah kawasan Nusantara, tentunya mengingat cara politik Islam yang begitu halus menyusup dalam sendi-sendi nafas di kawasan Nusantara.

Masyarakat Nusantara tidak sedikit yang menganut ajaran agama Islam. Ketika kuantitas masyarakat Islam yang sungguh luar bisa besarnya. Maka apabila politik Islam di kelola dengan baiik, tentunya tidak kalah dengan politik sekuler, politik liberal, dan politik-politik lainnya. Mengingat sebagian besar masyarakat Nusantara beragama Islam. Lalu muncul pertanyaan seperti apa cara mengelola politik Islam di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat Nusantara? Tentunya dengan cara memberikan pemahaman dalam Ilmu-ilmu Islam, supaya masyarakat mengerti tentang ajaran Islam terlebih dahulu. Ketika masyarakat sudah mengerti ajaran Islam dengan baik. Maka politik Islam dapat di mainkan dengan perlahan-lahan dalam melakukan berbagai gerakan yang halus tak terlihat, tetapi nampak suatu pergerakan masyarakat Nusantara mulai berbondong-bondong menyetujui sebuah gagasan di dalam ajaran agama Islam, padahal itu ajaran yang bersifat politis, tetapi seolah-olah menjadi fakta dalam ajaran Islam.

Politik Islam tidak bisa di buat remeh. Karena apabila politik Islam sudah masuk dalam wilayah keseharian masyarakat Nusantara. Maka dapat di tebak politik Islam akan semakin kuat dan nampak kokoh dalam pondasi yang penuh dengan politik-politik ke-agamaan.

Membangun politik Islam membutuhkan waktu, pikiran maupun tenaga. Nah! ketiga inilah modal awal dalam membangun sebuah pondasi politik Islam, supaya dapat di terima di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat, apalagi kalau masyarakat sudah mempunyai pandangan politik yang menolak tentang agama Islam yang masuk dalam ranah politik. Berangkat dari sinilah membutuhkan waktu, pikiran dan tenaga yang tidak sedikit, tetapi membutuhkan dorongan kesabaran yang luar biasa dalam mengelola politik Islam di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat.

Mengelola politik Islam di kawasan Nusantara membutuhkan tiga modal yang penuh dengan kesabaran dan kehati-hatian. Karena terkadang politik Islam belum bisa di terima sebagian masyarakat. Nah! dari sinilah dibutuhkan paradigma pemahaman tentang politik Islam yang penuh dengan kejelian dan ketepatan ketika menerapkan di dalam realitas kehidupan masyarakat Nusantara. Lalu tiga modal mengelola politik Islam itu dengan jalan apa? Tentunya dengan jalan di bawah ini.

1.       Mengelola politik Islam di kawasan Nusantara membutuhkan waktu . Nah! dengan waktu inilah politik Islam Nusantara dapat di kelola dengan baik dan tepat sasaran. Karena politik Islam membutuhkan waktu dalam membangun masyarakat Nusantara, tentunya untuk masuk dalam ranah politik praktis maupun politik teoritis dalam menerjemahkan tentang ajaran politik Islam Nusantara.

2.       Mengelola politik Islam Nusantara membutuhkan pikiran. Nah! pikiran merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam menerima gagasan maupun membentuk gagasan dalam mengelola politik Islam di tengah-tengah realitas kehidupan masyarakat Nusantara.

3.       Mengelola politik Islam Nusantara membutuhkan tenaga. Karena tenaga sangat urgen dalam mengelola politik Islam Nusantara dan menjadi sumber energi yang dapat mengelola akan keberhasilan dalam membangun politik Islam Nusantara. Maka dari itulah tenaga merupakan energi yang sangat di butuhkan dalam menentukan sikap dan cara mengelola politik Islam Nusantara secara benar dengan tujuan sebuah bangunan politik Islam Nusantara yang kuat dan bermartabat.

Dengan tiga hal yakni: waktu, pikiran dan tenaga inilah yang menjadi pondasi dasar dalam membangun politik Islam Nusantara secara baik dan tepat sasaran, begitu juga atas kegagalan maupun keberhasilan membangun politik Islam Nusantara tak lepas dari tiga hal tersebut. Maka semua membutuhkan kerja keras dalam mengupayakan sebuah wujud politik Islam Nusantara yang sesuai dengan angan-angan dan mimpi para pemikir politik Islam Nusantara  itu sendiri.

Segala kebenaran tak lepas dari kehendak Allah SWT. Maka untuk itulah aku berserah diri tanpa batas untuk mengabdi pada sang maha pencipta langit maupun sang maha pencipta bumi. Semoga Allah SWT memberikan cahaya rahmat kepadaku dimana saja saya berada, Amin..........